Insiden mengejutkan terjadi di perairan Okinawa, Jepang, ketika kapal perang AS terbakar selama hampir 12 jam, Rabu (20/8/2025). Kapal yang terbakar adalah USS New Orleans, jenis amphibious transport dock, yang menjadi bagian penting Armada Pasifik Amerika Serikat. Kebakaran ini menyebabkan dua pelaut mengalami luka ringan meski berhasil diselamatkan dan mendapatkan perawatan medis.
Kapal tetap berada di sekitar lokasi kebakaran karena proses pemadaman memakan waktu lama. Dukungan datang dari berbagai pihak, termasuk Japan Coast Guard dan pasukan keamanan Jepang yang bekerja sama dengan awak kapal. Insiden kapal perang AS terbakar ini memicu kekhawatiran serius terkait kesiapan dan keamanan operasional armada Amerika Serikat di wilayah Indo-Pasifik.
Sejauh ini, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Investigasi internal sedang dilakukan oleh US Navy, dengan fokus pada potensi gangguan teknis maupun kelalaian sistem keselamatan. Armada Pasifik, yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas regional, tentu tidak bisa mengabaikan peristiwa ini, terlebih di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Asia Timur.
Daftar isi
Kronologi Insiden dan Proses Pemadaman
Kronologi insiden kapal perang AS terbakar dimulai saat asap tebal terdeteksi di ruang bawah kapal USS New Orleans. Alarm darurat dibunyikan, dan awak segera melakukan prosedur pemadaman awal. Namun, kobaran api terlalu besar untuk ditangani hanya oleh kru internal. US Navy segera meminta bantuan kepada otoritas Jepang, termasuk Japan Coast Guard yang cepat merespons dengan mengirim kapal pemadam laut.
Kebakaran berlangsung lebih dari 12 jam sebelum akhirnya dinyatakan padam pada malam hari. Dua pelaut yang terluka mengalami masalah pernapasan akibat asap, tetapi kondisinya dilaporkan stabil. Pemerintah Jepang menyebutkan bahwa api tidak sampai menimbulkan polusi laut signifikan. Meski demikian, kerugian material akibat kapal perang AS terbakar ini diperkirakan mencapai jutaan dolar AS.
USS New Orleans sendiri memiliki kapasitas membawa ratusan pasukan marinir, kendaraan tempur, serta helikopter pendukung. Kerusakan pada bagian vital kapal tentu akan berdampak pada kemampuan operasionalnya dalam jangka pendek. Armada Pasifik kini menyiapkan evaluasi menyeluruh agar insiden serupa bisa diantisipasi pada masa mendatang.
Dampak Strategis bagi Armada Pasifik
Insiden kapal perang AS terbakar tidak hanya menjadi masalah teknis, tetapi juga memiliki implikasi strategis yang lebih luas. Armada Pasifik AS adalah tulang punggung kehadiran militer Amerika di kawasan Indo-Pasifik. Dengan meningkatnya ketegangan di Laut China Selatan dan Selat Taiwan, setiap gangguan terhadap kekuatan kapal perang dapat menimbulkan celah dalam pertahanan.
Kebakaran USS New Orleans memunculkan kembali ingatan atas tragedi kebakaran kapal USS Bonhomme Richard di San Diego tahun 2020. Saat itu, kapal terbakar selama lima hari, menyebabkan kerugian besar hingga akhirnya kapal dinyatakan tidak layak operasional. Belajar dari pengalaman tersebut, insiden terbaru ini kembali menyoroti pentingnya standar keselamatan yang ketat bagi setiap kapal perang.
Selain itu, insiden kapal perang AS terbakar juga menjadi sorotan negara-negara sekutu Amerika Serikat di Asia, seperti Jepang, Korea Selatan, dan Filipina. Mereka menilai peristiwa ini sebagai pengingat betapa pentingnya kesiapan armada dalam menghadapi ancaman nyata. Tidak menutup kemungkinan, mitra strategis AS akan meningkatkan koordinasi latihan bersama untuk memperkuat respons cepat jika terjadi keadaan darurat di laut.
Insiden kapal perang AS terbakar terjadi di tengah kondisi geopolitik yang memanas. Kehadiran militer China di Laut China Selatan semakin agresif, sementara ketegangan di Selat Taiwan terus meningkat. Amerika Serikat kerap mengirim kapal perangnya ke wilayah tersebut sebagai simbol kebebasan navigasi sekaligus dukungan bagi sekutu. Namun, setiap gangguan teknis seperti kebakaran tentu bisa dimanfaatkan lawan sebagai kelemahan strategis.
Baca juga : AS Kirim Kapal Perang, Venezuela Siap Balas
Kebakaran ini menegaskan kembali kebutuhan modernisasi sistem keselamatan kapal perang. Armada Pasifik perlu memastikan setiap awak terlatih dalam manajemen krisis, sistem alarm berfungsi optimal, serta perawatan teknis dilakukan secara rutin. Investigasi mendalam terhadap kasus USS New Orleans akan menjadi acuan penting bagi semua unit armada lainnya.
Meski hanya dua pelaut yang mengalami luka ringan, insiden kapal perang AS terbakar ini memiliki dampak psikologis yang cukup besar bagi para kru dan keluarga mereka. Pemerintah AS juga harus meyakinkan sekutu bahwa insiden ini tidak akan melemahkan komitmen Amerika dalam menjaga keamanan kawasan. Di sisi lain, China dan Rusia kemungkinan akan memanfaatkan narasi kelemahan ini sebagai alat propaganda politik di arena global.